Batik Maklumat Solo

Batik Maklumat solo

Ketika pembatik-pembatik di Keraton Surakarta menhasilkan karya-karya batik mereka, maka motif-motif

Batik itu diangkat menjadi hak milik Keraton.

Sri Susuhunan Paku Buwana III lalu membuat peraturan tata tertib penggunaan motif-motif batik di kalangan Keraton. Tata tertib penggunaan kain batik ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran pada masyarakatnya akan kandungan nilai budaya motif batik. Beberapa motif tertentu bahkan dilarang untuk digunakan diluar Keluarga Keraton.

Larangan tersebut dikenal dengan istilah “Batik Maklumat Solo”.

Diantaranya isi maklumat itu menyebutkan: “….Apa dene kang arupa jejarit kang kalebu laranganningsun, batik sawat, batik parang lan batik cemukiran kang calacap modang, bangun tulak, lengateleng lan tumpal, apa dene batik cemukiran kang calacap lung-lungan, kang sun wenangake anganggoa pepatihhingsun lan sentananingsun, dene kawulaningsum padha wedia”.

Yang artlnyaz “… Ada beberapa jenis kain batik yang menjadi larangan saya, batik sawat, batik parang dan batik cemukiran yang berujung seperti paruh burung podang, bangun tulak lenga teleng serta berwujud tumpal dan juga batik cemukiran yang berbentuk ujung lung (daun tumbuhan yang merqalar di tanah), yang saya izinkan memakai adalah Patih dan para Kerabat saya. Sedangkan para kawula tidak diperkenankan”

Dari kebijakan inilah batik gagrak Surakarta mulai jadi tatanan berbusana di dalam kehidupan masyarakat Jawa, khususnya di bumi Mataram Surakarta Hadiningrat atau yang sekarang popular dengan sebutan kota Solo.

 

Sumber: Buku BATIK karya ADI KUSRIANTO

==============================================

Kami menerima cetak batik desain sesuai pesanan & terima jahitan dalam jumlah besar/masal. info lebih lanjut bisa hubungi:
Telp/WA         : 081908323679   A.N Bpk. HANTIAR

WEBSITE       : https://pabrikbatik.com/

INSTAGRAM : https://www.instagram.com/pusat_batik_seragam/?hl=id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *