Batik Vorstenlanden dan Batik Keraton

Sulit diingkari , bahwa puncak kemegahan seni batik Nusantara adalah pada batik

yang dikembangkan di Kesultanan Surakarta (Surakarto Hadiningrat) yang kemudian akan sering kita sebut dengan Solo dan Yogyakarta (Ngayogyakarto Hadiningrat) yang kemudian akan sering kita sebut Yogya. Batik Solo dan Yogya dikenal sebagai batik yang dalam istilah bahasa Belanda juga disebut dengan “Vorstenlanden”. Secara harafiah istilah ini bearti “wilayah-wilayah kerajaan”, yaitu Kesultana Surakarta danYogyakarta. Kedua daerah ini merupakan wilayah kekuasaan empat kerajaan (“Catur Sagatra”) yang menjadi penurus dinasti Mataram.

Secara geografis, batik di luar kawasan Vorstenlanden disebut batik pesisiran, yaitu batik yang dihasilkan di luar kawasan Solo dan Yogyakarta. Apabila dibandingkan denan batik daerah pesisir, warna yang digunakan pada batik Solo dan Yogya terasa statis karena unsur waarnanya sangat terbatas. Umumnya warna yang digunakan hanya untuk melambangkan warna tanah, yaitu coklat, krem, putih, serta warna hityam dan biru.

Warna – warna itu banyak mengacu pada simbolis warna yang bias menimbulkan sensasi berbagai rasa baik bagi pemakainya sendiri maupun yang melihatnya. Warna dominan kain batik klasik Jawa ini pada awalnya dapat kita temukan sebagai berikut.

 

Sumber: Buku BATIK karya ADI KUSRIANTO

==============================================

Kami menerima cetak batik desain sesuai pesanan & terima jahitan dalam jumlah besar/masal. info lebih lanjut bisa hubungi:
Telp/WA: 0877-8203-6325 (XL)
a.n Bpk. Deden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *