Penamaan Motif Batik

Mnurut Sri Soedewi Samsi (2011), pada dasarnyatidak ada pedoman untuk nama

batik dengan nama sama tetapi ternyata ornament yang termuat berlainan. Ada suatu motif batik dengan ornament pokok binatang/hewan yang cukup besar dan tampak dominan, tetapi ternyata nama motif batik tersebut tidak mengambil dari ornament binatang tersebut, melainkan dinamai dengan bunga-bunga kecil yang justru gambarnya kurang menonjol.

Menurut penelusuran yang penulis lakukan, pecahnya Mataram menjadi Solo dan Yogya membuat penamaan motif batik semakin berbeda. Sebagai contoh, di Yogya dikenal motif Ceplok Kokrosono, sementara di Solo disebut motif Semen

Namun berdasarkan pengamatan penulis, juga dari hasil wawancara dengan Bapak Ali Murtono Hafids (pembatik), umumnya, nama suatu motif batik mengacu pada nama motif utamanya (missal Pring Sedapor, Sawat, dll), nama isen-isen (missal Gringsing, Moto doro, Bersd kecer, dsb.), nama warna yang dominan (missal bang biron yang artinya merah dan biru, bledak yang artinya putih dsb). Nama tema suatu motif yang telah dikenal memiliki komposisi elemen tertentu (missal Wahyu Tumurun, Satrio Manah, dsb). Namun ada juga motif-motif batik antara nama motif dan nama ornament tidak ada hubungannya sama sekali, misalnya Udan Liris.

 

Sumber: Buku BATIK karya ADI KUSRIANTO

==============================================

Kami menerima cetak batik desain sesuai pesanan & terima jahitan dalam jumlah besar/masal. info lebih lanjut bisa hubungi:
Telp/WA: 0819-0832-3679
a.n Bpk Hantiar

WEBSITE : http://Pabrikbatik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *