Asal Usul Ragam Batik Hias pada Kain Batik Klasik

Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya

akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni. Keberadaan batik pada masa lalu dapat ditelusuri melalui berbagai ragam hias pada batik klasik yang dapat dikaitkan dengan benda-bendapurbakalapeninggalan Hindu Jawa, seperti yang diungkapkan olehS.K.Sewan Susanto, sebagai berikut:

1. Motif Lereng
Motif Lereng merupakan motif dari pemakaian pada patung dewa Syiwa (dari emas), yang terdapat di daerah Gemuruh, Wonosobo, deket Dieng (Candi Dieng, abad ke-10 M

2. Motif Ceplok
Dasar motif ceplok dari yang sederhana sampai yang bervariasi, terdapat pada:

a. Parung Padmapani abad ke-8 sampai abad ke-10, dari Jawa Tengah
b. Patung Ganesha pada Candi Banoon (dekat Borobudur) abad ke-9
c. Patung Brahma dari Singasari, berbentuk lingkaran-lingkaran yang diberi isen dan hiasan segi empat yang disusun berselang-seling

3. Dasar Motif Kawung
Dasar Motif Kawung dari yang sederhana sampai yang bervariasi dengan beragam bentuk isen, terdapay gambaran pada:

a. Patung Parwati dari Jawa (zaman candi Abad ke-8 sampai ke-10M) digambarkan kawung sederhana bentuk kecil
b. Patung Ganesha abad ke-13 M dari Kediri
c. Patung Pradnyaparamita dari Malang Abad ke 14M
d. Patung Syiwa Mahadewa dari Tumpang, Jawa Timur
e. Motif Kawung lebih sempurna terdapat pada patung Syiwa dari Singgasari
4. Motif Semen

Gambaran motif semen (meru, pohon hayat, tumbuhan, mega dan candi) terdapat pada:
a. Hiasan Makam Sedang Dhuwur-Paciran, Lamongan (1585 AD)
b. Hiasan dinding dari masjid tua pada kompleks makam Ratu Kalinyamat di Mantingan –Jepara (1559 AD)
5. Motif Sidomukti

Gambaran motif sidomukti terdapat pada:
a. Patung Ganesha dari Singasari (abad ke-13)
b. Patung Durga terdapat pada Candi Singasari
6. Motif Mega-Mendun
Berasal dari Cirebon, terdapat pada motif batik, maupun sebagai ukiran. Motif yang menyerupai motif mega-mendun adalah motif padasan dan Rajek Wesi.

7. Pemakaian isen-isen cecek sawut
Pemakaian cecek-sawut, yaitu gabungan antara deretan titi—titik dengan garis-garis sejajar, digambarkan dengan jelas, pada hiasan dari gendering-perunggu, yang ditemukan di Sangeang, gunung api dekat Bima.

8. Pemakaian titik-titik dalam motif
Motif yang menggunakan titik-titik, bentuk titik masih besar-besar, digambarkan pada pakaian Padmapani, dari zaman kebudayaan periode Jawa Tengah abad ke 8-10 Masehi. Titik-titikbanyak digunakan pada pengisian motif batik, berupa detetan titik-titik atau kumpulan titik-titik.

 

Sumber: Buku BATIK karya ADI KUSRIANTO

==============================================

Kami menerima cetak batik desain sesuai pesanan & terima jahitan dalam jumlah besar/masal. info lebih lanjut bisa hubungi:
SMA/WA : 081908323679

WEBSITE : Pabrikbatik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *